Senin, 20 Mei 2013


UMKM Masih Prospektif bagi Perbankan,.


UMKM Masih Prospektif bagi Perbankan
Pengunjung melihat produk hasil karya pelaku UKM yang dipamerkan di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013). Pameran produk-produk dari Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN digelar selama setahun penuh di PT Sarinah (Persero). Pameran PKBL BUMN ini sendiri akan memamerkan produk-produk UKM binaan BUMN se-Indonesia. WARTA KOTA/ANGGA BN

TRIBUNNEWS.COM YOGYA, - Hingga saat ini, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih menjadi andalan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Dari total nasabah BPR yang berjumlah 12,7 juta orang, sebanyak 3,2 jutanya merupakan UMKM. "Ini membuktikan bahwa kami mendukung eksistensi UMKM," ujar Ketua Dewan pengurus Pusat Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (DPP Perbarindo), Joko Suyanto pada BPR Marketing Forum di Hotel Inna Garuda, Kamis (25/4/2013).
Keberpihakan BPR terhadap UMKM ini, sudah cukup mendongkrak kinerja BPR selama ini. Ia melaporkan, sisi aktifa BPR di Indonesia tumbuh 13,98 persen Year on Year (YoY), sehingga saat ini sudah menyentuh Rp 68,2 triliun. Dari sisi pinjaman, BPR juga sudah menyalurkan dana sebesar Rp 51,7 triliun. "Dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan BPR hampir menyentuh 22 persen, sama dengan bank umum," katanya.
Di sisi penyerapan dana masyarakat, BPR juga mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 55,6 triliun, yang artinya berhasil tumbuh sampai 30,7 persen. Kinerja yang baik juga ditunjukkan penyaluran kredit BPR, sehingga presentase penyaluran kredit atau Loan to Deposit Ratio (LDR)-nya mencapai 80,24 persen. "Angka ini menunjukkan bahwa semua dana masyarakat dapat diputar kembali," jelasnya.
Dukungannya terhadap UMKM ini menurutnya juga sudah sejalan dengan aturan Bank Indonesia terbaru. Ia menjelaskan, selama iniUMKM banyak yang mengambil kredit untuk modal kerja dan investasi. "Keduanya mendominasi sekitar 63 persen," terangnya.
Direktur Kredit, BPR dan UMKM (DKBU) Bank Indonesia, Zainal Abidin menjelaskan, Bank Indonesia baru-baru ini telah menerbitkan aturan kepada perbankan untuk menyalurkan 20 persen kreditnya ke UMKM. Hal ini bertujuan untuk menggairahkan lagi kredit pada UMKMyang memang belum banyak tersentuh perbankan. "Selama ini baru 20 persen dari total kredit perbankan yang diberikan ke UMKM," imbuhnya.
Ia menambahkan, UMKM ini memiliki peranan yang besar terhadap ketahanan dan perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM yang semakin banyak dari tahun ke tahun, juga akan memberikan peluang perbankan untuk ekspansi kreditnya ke UMKM. (gy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar